MILAN -- Dolce & Gabbana atau D & G merupakan antara jenama besar dan ternama dalam dunia fashion global. D&G merintis idea baru dalam arena penggayaan dengan koleksi hijab khusus untuk pasaran muslim. Warna hitam dan nud menjadi pilihan asas Dolce & Gabbana dalam menampilkan rekaan yang sederhana tetapi elegen.
Koleksi busana Muslim pertama milik rumah fashion yang berbasis di Milan, Italia, ini dirilis secara online melalui situs Style.com/Arabia pada Ahad (3/1) lalu. D & G menampilkan 14 fitur koleksi busana yang keseluruhannya bernuansa e. Warna-warna cenderung gelap ini menunjukkan karakter yang sesuai dengan selera wanita-wanita Timur Tengah.
Keterbiasaannya sebelum ini, koleksi Dolce & Gabbana lebih menumpukan kepada koleksi mewah dan ekslusif. Namun kali ini, Dolce dan Gabbana menawarkan gaya baru fashion Muslim yang bersederhana tetapi elegan.
Motif bunga berwarna cerah seperti kuning, merah dan putih menambah anggun ciptaan Dolce & Gabbana terutamanya bila dipadankan dengan aksesoris tambahan seperti kacamata dan bag tangan dengan warna-warna kontras. Sementara itu elemen kesederhanaan nampak jelas dari potongan lurus dan longgarnya designnya.
Sebagai perancang, Gabbana sendiri mengaku terpikat dengan keunikan budaya Muslim Timur Tengah. Kecintaannya terhadap Timur Tengah dapat dilihat dari koleksi-koleksi terkini busana muslim keluran Dolce & Gabbana

Selepas kejayaan H&M membuka gedung busana berasal Sweden, serta gedung pakaian Uniqlo menawan pasaran Muslim, Dolce & Gabbana kini mengambik langkah berani memperlebar pasaran ke penlanggan Muslim.
Sebelumnya, Tommy Hilfiger dan DKNY juga telah melancarkan koleksi khususnya untuk bulan suci Ramadhan dan Syawal. Sementara itu, pengeluar busana popular Filipina, Monique Lhuiller, merancang koleksi kaftan khusus untuk Moda Operandi. Tak ketinggalan, retailer mewah Net-a-Porter bergaya koleksi bertema 'The Ramadan Edit'.
"Secara global, trend membeli Muslim banyak disumbangkan oleh anak-anak muda serta bonus pertumbuhan demografi," kata penulis buku Muslim Fashion: Contemporary Style Cultures sekaligus selaku profesor dalam bidang kajian budaya di London College, Reina Lewis, seperti disiarkan dalam au.lifestyle.yahoo.com, Rabu (6/1). "Hal ini menjadikan Muslim sebagai target market utama dan terpenting dalam apa-apa juga perniagaan.
Kenyataan ini disokong oleh satu laporan terkumpul yang dilakukan oleh Thomson Reuters dari 2014 hingga 2015, daya beli Muslim terhadap pakaian dan alas kaki tercatat sangat tinggi dan akan terus mengalami peningkatan mencapai 484 M USD pada 2019. "Pasaran untuk komoditi dan perbankan yang berteraskan Islam juga sudah mula diyakini dan berkembang pantas," tambah Lewis lagi.
A massive iceberg, larger than the city of Chicago, broke off of Antarctica's Pine Island Glacier on Monday (July 8), and is now floating freely in the Amundsen Sea, according to a team of German scientists.
The newborn iceberg measures about 278 square miles (720 square kilometers), and was seen by TerraSAR-X, an earth-observing satellite operated by the German Space Agency (DLR). Scientists with NASA's Operation IceBridgefirst discovered a giant crack in the Pine Island Glacier in October 2011, as they were flying over and surveying the sprawling ice sheet.
At that time, the fissure spanned about 15 miles (24 km) in length and 164 feet (50 meters) in width, according to researchers at the Alfred Wegener Institute for Polar and Marine Research in Bremerhaven, Germany. In May 2012, satellite images revealed a second rift had formed near the northern side of the first crack.
New Antarctic Vent Community Found: Photos
"As a result of these cracks, one giant iceberg broke away from the glacier tongue," Angelika Humbert, a glaciologist at the Alfred Wegener Institute, said in a statement. (Photo Gallery: Antarctica’s Pine Island Glacier Cracks)
Humbert and her colleagues studied high resolution radar images taken by the TerraSAR-X satellite to track the changes in the two cracks, and to observe the processes behind glacier movements.
"Using the images we have been able to follow how the larger crack on the Pine Island Glacier extended initially to a length of 28 kilometers [17 miles]," Nina Wilkens, one of the team researchers from the Alfred Wegener Institute, said in a statement. "Shortly before the 'birth' of the iceberg, the gap then widened bit by bit so that it measured around 540 meters (1,770 feet) at its widest point."
Get My font